Wajib Tahu!! Cara Jitu Atasi Flek Pada Dinding Rumah Anda

Wajib Tahu!! Cara Jitu Atasi Flek Pada Dinding Rumah Anda
Wajib Tahu!! Cara Jitu Atasi Flek Pada Dinding Rumah Anda

Sahabat Rumah, Pekerjaan acian dinding yang tidak pas dapat meninggalkan flek di area dinding rumah. Untuk memperbaikinya, Anda bisa melakukan beberapa langkah pencegahan berikut.

Flek  yang terjadi pada dinding rumah yang menyerupai “ompol” membuat tampilan ruang jadi tidak bagus. apabila tidak ditangani dengan segera, akan dapat memicu timbulnya jamur pada area yang terkena flek pada dinding rumah tersebut.

Berdasarkan keterangan Bapak Kelvin Tjendar, Marketing Communication PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, flek pada dinding dapat terjadi disebabkan masih terdapat sisa-sisa uap air yang terjebak di dalam lapisan acian pada dinding.


Sahabat Rumah, Pengerjaan pengecatan yang dilakukan secara gesa-gesa membuat keluarnya uap air dari lapisan acian pada dinding yang belum optimal. Selain daripada itu, flek atau “ompol” pada dinding ini juga dikarenakan dinding lembap akibat adanya celah di antara dinding, yang membuat air dapat dengan mudah masuk di dalam dinding.

Sahabat Rumah, permasalahan flek pada dinding ini harus ditangani dengan segera. karena apabila dibiarkan secara terus-menerus dalam waktu yang lama akan menambah masalah baru yang berimbas pada tingginya biaya renovasi rumah.
Ramuan adonan semen yang pas dan pengerjaan yang tepat merupakan kunci sukses dalam menghasilnya bangunan dinding yang berkualitas. Oleh karena itu, untuk mencegah timbulnya masalah flek  pada dinding tersebut, pastikan Anda sudah melaksanakan langkah-langkah di bawah ini.

  1. Pergunakan air yang bersih (tidak mempunyai berwarna, tidak berasa dan tidak berbau) sebagai bahan campuran pekerjaan adukan dinding. Sebab, kualitas dari air juga mempengaruhi kualitas adonan semen.
  2. Untuk pengerjaan pasangan pergunakan perbandingan semen: pasir, 1:3 sampai 1:6, tergantung dari  jenis pasir dan bagian dinding.
  3. Hindakan pemakaian air secara berlebihan, lakukan pembatasan jumlah air sekitar 50% dari jumlah semen atau secara visual bisa dilihat dengan tidak adanya air yang menggenang pada campuran, baik untuk pasangan cor maupun beton.
  4. Anda harus memastikan  tidak ada kebocoran pada pipa yang ditanam dalam dinding
  5.  Antisipasi kebocoran atap yang menyebabkan air mengalir melaui dinding.
  6.  Anda harus memastikan tidak terdapat retak pada bagian terluar dinding/acian.
  7. Untuk beton struktur ringan dapat mempergunakanperbandingan semen : pasir : kerikil/batu pecah= 1:2:3 atau 1:1 ½:2

Semoga bermanfaat…jangan lupa SHARE YA…
loading...

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »